Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2017

UPDATE 2: Arrahma; Catatan Perjalanan & Hijrah

Assalamualaikum teman-teman, alhamdulillah, cerita ini sudah terupdate lagi nih :) Bagi teman-teman yang baru membaca ceritanya, bisa membaca cerita sebelumnya Nah, langsung saja, nikmati ceritanya ya! Sepeninggal istrinya, Zaky kerap terlihat murung, bahkan senyuman khasnya itu tidak mampu lagi membungkus kesedihan hati seorang suami yang ditinggal selamanya oleh istri tercintanya. Belum genap berumur 30 tahun, Zaky telah menjadi seorang single parent akibat penyakit kanker yang diderita istrinya. Zaky menikah di usia yang masih terbilang muda, yakni 24 tahun, dengan seorang wanita shalihah yang ia kenal saat menempuh pendidikan master di University of Queensland, Australia. Selama menempuh pendidikan master di UQ, Zaky aktif sebagai ketua Perhimpunan Pelajar Australia dan juga anggota Muslim Student Association (MSA) di University of Queensland. Zaky dikenal sebagai sosok orator ulung dengan gagasan-gagasannya dan impiannya. Setiap kali diberi kesempatan berbicara di forum, sua...

Arrahma; Catatan Perjalanan & Hijrah

Bab 1: Muqaddimah Cinta & Secarik Penuh Makna Setelah matahari muncul dan memancarkan radiasi sinarnya, bersama angin yang menyeimbangkan sengatan sinar matahari, saat itu terasa sangat sejuk bagi kota Bogor. Berada di samping karya monumental kebanggaan masyarakat Bogor, Kebun Raya. Terus melaju dengan mobil BMW X3-nya, menyusuri jalanan Lapangan Sempur yang rimbun, sambil mengenang masa lalu akan sebuah perjuangan dan awal perjalanannya. "Pak, nanti kita mampir sebentar ke sop buah yang ada di Taman Kencana, ya," ujar Zaky, memecah keheningan dari ingatannya di masa lalu. "Siap, Mas. Wah, tumben nih Mas Zaky beli es buah?" ujar Pak Priatna, sopir Zaky. "Iya nih, Pak, tiba-tiba ingat ada sop buah yang terkenal di sini sejak zaman saya SMA dulu," jelas Zaky. "Oh, kalau begitu biar saya saja yang turun, ya. Mas ingin pesan apa saja?" pinta Pak Priatna. Memang sejak awal, Zaky tidak ingin dipanggil tuan, melainkan Mas saja sudah cukup b...