Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Mursyid Am Ikhwanul Muslimin I As-Syahid Hasan Al-Bana | Oleh: Hermawan Sulistio

Seorang pemimpin organisasi besar yang memiliki pengaruh besar pada abad ke-20 lahir di desa Mahmudiyah, kawasan Buhairah, Mesir, pada 14 Oktober 1906 dan syahid di Kairo pada 12 Februari 1949. Beliau adalah Hasan Al-Banna, seorang guru dan reformis Mesir yang mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin (IM). Hasan Al-Banna kecil dikenal sebagai sosok yang cerdas dan memiliki daya ingat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan kemampuannya menghafal Al-Qur'an pada usia 14 tahun. Ia lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik, bahkan masuk dalam lima besar terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi. Keberhasilannya dalam menuntut ilmu tidak terlepas dari kemampuannya dalam memanfaatkan waktu secara disiplin. Sejak kecil, ia telah membagi waktunya menjadi empat bagian: siang hari digunakan untuk belajar di sekolah, sore hari membantu orang tuanya dalam membuat dan memperbaiki jam, menjelang malam ia mengulang pelajaran sekolah, dan...

Essay: Mentoring Now, Leading Tomorrow. Hermawan Sulistio

Mentoring: Sarana Pemuda dalam Membangun Peradaban Bangsa Pemuda adalah sebuah kata yang memiliki makna sakral di dalamnya. Pemuda merupakan tonggak perubahan suatu bangsa, agen revolusi, serta motor penggerak transformasi zaman. Sejatinya, pemuda berada dalam fase penuh energi dan semangat untuk menciptakan serta mengelola peradaban. Ada banyak cara bagi pemuda untuk berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik. Salah satu cara yang efektif adalah dengan aktif dalam kegiatan mentoring. Apa Itu Mentoring? Mentoring adalah sebuah kegiatan yang mewadahi pemuda-pemudi Indonesia untuk aktif dan bergerak dalam aktivitas yang positif. Konsep mentoring sendiri merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada nilai-nilai Islam dan kepemimpinan. Tujuan utama dari mentoring adalah mencetak generasi pemimpin yang siap membangun peradaban baru yang lebih sejahtera. Lantas, mengapa mentoring menjadi begitu penting? Manfaat Mentoring bagi Pemuda 1. Wadah Pengembangan ...

Artikel: Zakat, Solusi atau Ilusi Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia?, Hermawan Sulisito

Zakat: Pilar Islam dan Instrumen Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Sejatinya, zakat adalah salah satu pilar penting dari lima pilar Islam yang kita ketahui. Zakat dapat dijadikan indikator yang membedakan antara umat yang bertakwa dan yang tidak. Kewajiban berzakat bagi umat Islam telah sangat jelas diterangkan dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah: "Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." (QS Al-Baqarah: 43) Dari ayat tersebut, sudah sangat jelas bahwa umat Islam diwajibkan untuk menunaikan zakat sebagai bentuk ibadah sekaligus sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Makna Zakat Secara bahasa, zakat memiliki beberapa arti: An-Nama ( tumbuh dan berkembang ) – Harta yang dikeluarkan untuk zakat tidak akan berkurang, justru akan tumbuh dan berkembang lebih banyak. Ath-Thaharah ( suci ) – Harta yang dizakatkan akan menjadi bersih dan mensucikan jiwa pemiliknya da...

Artikel: Menagih Realisasi Poros Maritim Dunia Sebagai Arti Kemerdekaan dalam Pembangunan Bangsa Hermawan Sulistio

Merealisasikan Gagasan "Poros Maritim Dunia" dalam Momentum Kemerdekaan "Tujuh belas Agustus tahun empat lima Itulah hari kemerdekaan kita Hari merdeka nusa dan bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka." Itulah lagu yang akhir-akhir ini sering diperdengarkan di seluruh Indonesia, menandakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945, Negara Indonesia telah bebas dari segala bentuk penjajahan dan bermetamorfosis menjadi sebuah bangsa baru dengan masa depan yang cerah. Merdeka sendiri memiliki arti terlepas dari segala macam kekangan, aturan, dan kekuasaan pihak lain [1] . Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , merdeka berarti bebas dari perhambaan, penjajahan, dan lain sebagainya. Secara umum, kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan dari segala bentuk penjajahan. Namun ironisnya, saat ini Indonesia hanya merdeka dalam beberapa bidang saja. Indonesia masih belum sepenuhnya bebas dari penjajahan budaya, moral, dan yang paling krusial, ekonomi. Tantangan Ekonomi Indonesi...

ESSAY Wayang For Education and Learning Indonesian Value (WAFEL-IV), Hermawan Sulistio

Wayang for Education and Learning Indonesian Values (WAFEL-IV) Hermawan Sulistio "Kenakalan Remaja." , "Lagi, siswi SMA berantem sampai tendang-tendangan." , "Guru honorer di Sukabumi babak belur dihajar siswanya yang bolos." , "Kontrakan digerebek, polisi temukan kondom bekas 2 pasang ABG." [1] Itulah sederet tagline dan judul berita di media online Indonesia. Maraknya berita-berita negatif mengenai perilaku remaja saat ini menjadi indikator bahwa telah terjadi penurunan nilai-nilai moral di kalangan remaja Indonesia. Penurunan nilai moral di kalangan remaja terjadi karena banyak faktor, seperti kurangnya pemahaman agama serta nilai-nilai keindonesiaan yang sarat akan adat istiadat, sopan santun, dan tata krama yang luhur. Seharusnya, faktor-faktor yang menyebabkan penurunan nilai moral di kalangan remaja dapat ditekan dengan model pendidikan agama Islam yang selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Maka dari itu, diperlukan...