Artikel: Menagih Realisasi Poros Maritim Dunia Sebagai Arti Kemerdekaan dalam Pembangunan Bangsa Hermawan Sulistio
Merealisasikan Gagasan "Poros Maritim Dunia" dalam Momentum Kemerdekaan
Itulah lagu yang akhir-akhir ini sering diperdengarkan di seluruh Indonesia, menandakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945, Negara Indonesia telah bebas dari segala bentuk penjajahan dan bermetamorfosis menjadi sebuah bangsa baru dengan masa depan yang cerah.
Merdeka sendiri memiliki arti terlepas dari segala macam kekangan, aturan, dan kekuasaan pihak lain [1]. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka berarti bebas dari perhambaan, penjajahan, dan lain sebagainya. Secara umum, kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan dari segala bentuk penjajahan. Namun ironisnya, saat ini Indonesia hanya merdeka dalam beberapa bidang saja. Indonesia masih belum sepenuhnya bebas dari penjajahan budaya, moral, dan yang paling krusial, ekonomi.
Tantangan Ekonomi Indonesia
Saat ini, Indonesia sedang mengalami tantangan di bidang ekonomi yang dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kondisi ini tentu bukanlah hal yang baik bagi stabilitas negara. Seharusnya, dalam momentum peringatan hari kemerdekaan ini, pemerintah dapat menciptakan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia.
Salah satu gagasan yang pernah dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo dalam kampanyenya adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat utama dunia pelayaran, atau yang sering disebut dengan “Poros Maritim Dunia”.
Gagasan ini bukan tanpa alasan. Secara geografis, Indonesia memiliki keunggulan geo-strategis berbasis bahari. Indonesia juga merupakan negara maritim terbesar di dunia, dengan sektor kelautan yang berpotensi menyumbang seperempat dari APBN. Namun, sebuah konsep dan gagasan hanya akan menjadi angan-angan jika tidak direalisasikan dengan baik.
Strategi Mewujudkan "Poros Maritim Dunia"
Tentunya, untuk merealisasikan sebuah ide dan gagasan diperlukan manajemen serta strategi yang matang. Lalu, bagaimana strategi untuk mewujudkan gagasan "Poros Maritim Dunia" ini?
Tentu, implementasi gagasan ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Ada beberapa poin penting yang perlu dilaksanakan, di antaranya:
-
Mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang KompetenLangkah pertama adalah menyiapkan SDM yang kompeten di bidang kelautan, baik dalam aspek teknis, teknologi, hingga keahlian strategi dan hukum laut internasional. Selain itu, perlu ditanamkan Maritime Domain Awareness (MDA) atau kesadaran lingkungan maritim kepada seluruh warga negara Indonesia [2].
-
Penguatan Infrastruktur MaritimSetelah terciptanya SDM yang mumpuni, wawasan bahari dan MDA perlu diperkuat dengan pembangunan infrastruktur maritim yang memadai. Fokus pada pembangunan infrastruktur maritim ini telah dituangkan dalam rencana kerja pembangunan Jokowi-Jusuf Kalla.
-
Membangun Kemitraan Maritim MultilateralPembangunan sektor maritim membutuhkan biaya besar, teknologi yang memadai, serta waktu yang panjang. Sulit membayangkan bahwa semua ini dapat dilakukan Indonesia secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan kerangka kerja sama kemitraan maritim multilateral untuk mendukung implementasi "Poros Maritim Dunia" [2].
Penutup
Semoga dengan momentum peringatan kemerdekaan ini, pemerintah dapat merealisasikan gagasannya untuk memperkuat perekonomian nasional melalui konsep "Poros Maritim Dunia". Jika strategi ini dapat diwujudkan dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terkuat di dunia.
Comments
Post a Comment