Skip to main content

Artikel: Zakat, Solusi atau Ilusi Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia?, Hermawan Sulisito

Zakat: Pilar Islam dan Instrumen Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Sejatinya, zakat adalah salah satu pilar penting dari lima pilar Islam yang kita ketahui. Zakat dapat dijadikan indikator yang membedakan antara umat yang bertakwa dan yang tidak. Kewajiban berzakat bagi umat Islam telah sangat jelas diterangkan dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah:

"Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." (QS Al-Baqarah: 43)

Dari ayat tersebut, sudah sangat jelas bahwa umat Islam diwajibkan untuk menunaikan zakat sebagai bentuk ibadah sekaligus sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Makna Zakat

Secara bahasa, zakat memiliki beberapa arti:

  1. An-Nama (tumbuh dan berkembang) – Harta yang dikeluarkan untuk zakat tidak akan berkurang, justru akan tumbuh dan berkembang lebih banyak.

  2. Ath-Thaharah (suci) – Harta yang dizakatkan akan menjadi bersih dan mensucikan jiwa pemiliknya dari sifat hasad, dengki, dan bakhil.

  3. Ash-Shalah (baik) – Zakat menjadikan harta lebih berkah dan bermanfaat [1].

Secara istilah, zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) sesuai ketentuan syariah [2].

Zakat Sebagai Instrumen Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Dewasa ini, zakat tidak hanya menjadi indikator ketakwaan seseorang, tetapi juga berperan sebagai instrumen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sejarah membuktikan bahwa pada masa Rasulullah SAW, para sahabat, serta di era Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, ekonomi umat berkembang pesat ketika potensi zakat dikelola secara optimal. Di masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dalam waktu 30 bulan, tidak ditemukan lagi masyarakat miskin. Hal ini terjadi karena para muzakki (orang yang membayar zakat) menunaikan kewajibannya, dan distribusi zakat tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga produktif [3].

Fakta sejarah tersebut harus menjadi inspirasi bagi kita untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dari sudut pandang agama, zakat adalah cara umat Islam untuk mensucikan harta dan sebagai investasi akhirat. Sementara dari sudut pandang duniawi, zakat memiliki peranan penting dalam membangun perekonomian masyarakat, khususnya umat Islam.

Potensi Zakat di Indonesia

Pada tahun 2014, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mencatat penerimaan zakat sebesar Rp83 miliar [4]. Angka ini menunjukkan bahwa potensi zakat sebagai alat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sangatlah besar. Dengan dana yang terkumpul dari zakat, lembaga-lembaga amil zakat dapat menginisiasi berbagai program edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu contohnya adalah Laznas BSM, yang memiliki program beasiswa mahasiswa. Program ini telah membiayai mahasiswa di berbagai universitas se-Jabodetabek. Beasiswa ini tidak hanya memberikan bantuan dana pendidikan, tetapi juga menyediakan berbagai pelatihan rutin setiap bulan guna mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten di bidangnya.

Zakat sebagai Karunia Allah

Zakat adalah karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai sarana untuk membersihkan jiwa dari sifat-sifat yang tidak terpuji. Begitu pula dengan sedekah dan infak. Mengeluarkan 2,5% harta untuk zakat, atau sekadar bersedekah dan berinfak dari seribu hingga seratus ribu rupiah, sangatlah ringan dibandingkan dengan keberkahan yang diperoleh darinya.

Saat seluruh masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya zakat dan tercipta kontinuitas dalam berzakat, bentuk kemakmuran apa yang tidak bisa diraih?

Allahu a’lam.

Comments

Popular posts from this blog

Memaknai Masa Lalu & Mempersiapkan yang Terbaik Untuk Masa Depan Oleh Hermawan Sulistio

Tulisan ini memiliki pesan yang sangat inspiratif dan motivasional, terutama dalam menyikapi pergantian tahun dengan refleksi dan perencanaan yang lebih baik. Namun, ada beberapa perbaikan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keterbacaan, memperbaiki ejaan, serta menyusun ulang beberapa bagian agar lebih jelas dan mudah dipahami. Berikut adalah revisi yang lebih rapi, tetap mempertahankan esensi tulisan, tetapi dengan bahasa yang lebih mengalir dan profesional: Memaknai Pergantian Tahun dengan Refleksi dan Resolusi “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-'Asr: 1-3) Pergantian tahun selalu menjadi momen spesial. Ada banyak cara yang bisa kita pilih untuk merayakannya—mulai dari mengikuti pesta tahun baru yang mungkin hanya memberikan sedikit manfaat, atau justru memanfaatkannya dengan refleksi mendalam untuk menata masa depa...

Arrahma; Catatan Perjalanan & Hijrah

Bab 1: Muqaddimah Cinta & Secarik Penuh Makna Setelah matahari muncul dan memancarkan radiasi sinarnya, bersama angin yang menyeimbangkan sengatan sinar matahari, saat itu terasa sangat sejuk bagi kota Bogor. Berada di samping karya monumental kebanggaan masyarakat Bogor, Kebun Raya. Terus melaju dengan mobil BMW X3-nya, menyusuri jalanan Lapangan Sempur yang rimbun, sambil mengenang masa lalu akan sebuah perjuangan dan awal perjalanannya. "Pak, nanti kita mampir sebentar ke sop buah yang ada di Taman Kencana, ya," ujar Zaky, memecah keheningan dari ingatannya di masa lalu. "Siap, Mas. Wah, tumben nih Mas Zaky beli es buah?" ujar Pak Priatna, sopir Zaky. "Iya nih, Pak, tiba-tiba ingat ada sop buah yang terkenal di sini sejak zaman saya SMA dulu," jelas Zaky. "Oh, kalau begitu biar saya saja yang turun, ya. Mas ingin pesan apa saja?" pinta Pak Priatna. Memang sejak awal, Zaky tidak ingin dipanggil tuan, melainkan Mas saja sudah cukup b...

TJIE KKN, Tips dan Trik dari yang pernah nyobain KKN.

CIE KKN Hallo para mahasiswa khususnya teman-teman di Univ. Trilogi yang sedang mempersiapkan diri untuk mengabdi di masyarakat bareng program KKN 2018. Jadi akhir-akhir ini DM IG gue di ramaikan pertanyaan   tentang KKN gue dulu. mulai dari nanya KKN di mana, apa aja dan berapa prokernya, gimana bisa buat KKN yang heboh dan apa aja tips-tipsnya dan kemarin setelah pulang kantor coba sempetin ke kampus buat ambil foto wisuda tapi malah bablas cerita dan sharing ngalor ngidul sama anak-anak Assalam buat KKN nanti. Akhirnya gue putuskan untuk share di blog ini agar semuanya bisa akses :) Sebelum lebih jauh lagi cerita, gue mau ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya sama Kelompok Cakra Nusantara, Galih, Ica, Desi, Desti, Mbah, Kak Tasya dan Indri yang udah bikin Tim ini jadi super-duper Ketjeh. 😊 Oke jadi KKN adalah momen-momen yang paling gue tunggu karena menurut gue itu bakalan asyique banget, karena lu bakalan full di terjunin ke masyarakat buat tau apa sih ya...