Skip to main content

UPDATE 3: Ar-Rahma; Catatan Perjalanan dan Hijrah

Hello, Assalamualaikum my lovely readers. sudah lama sekali ya cerita ini mangkrak hehe, kebetulan bloger paruh waktu ini lagi senggang banget sambil  nunggu sidang. btw author mau UAS nih, doakan jadi the last UAS yaa dan lulus semster 7 ini. jangan lupa komentar dan subscribe (emg blog ada subscribe ya?) hehe


BAB II: Pulang untuk Menjemput

Pagi itu Queenslan begitu dingin. Musim semi mulai menunjukan batang hidungnya. Suara mesin mobil yang sedang dipanaskan sedari tadi menemani instrumen bagpipes. Zaky memang menyukai musik-musik instrumen, bagpipes salah satu favorit nya semenjak dia menonton film Brave Heart, suaranya khas dan penuh semangat. Selalu ada keinginan dalam hatinya untuk menjejakkan kaki di Eropa  untuk mendengarkan live instrumen bagpipes langsung dari musisi asal negerinya.
“Mas, terima kasih banyak ya! Selama ini sampean sudah banyak bantu kami” Ridwan
“iya, tenang saja. sudah jadi kewajiban saya sebagai yang tertua untuk selalu menjaga kalian” jawab Zaky
“Iya mas, sampean juga sudah sangat berjasa bagi muslim minoritas di sini semenjak kejadian itu” ujar Ghani
“saya tidak melakukan apa-apa, semua itu atas kehendak Allah Ghan, Wan. Lagi pula sudah jadi kewajiban kita sebagai umat muslim untuk berdakwah kan?” kata Zaky
“ah kau ini mas terlalu merendah, jarang banget saya ketemu orang kaya kau ini”  Gery, dengan nada khas medan nya.
“haha, bisa saja kamu. Tetapi yang harus diingat sampean semua di sini sebagai umat muslim punya peran juga sebagai pendakwah. Saat ini masyarakat dunia sedang salah menerima informasi tentang Islam yang sebenarnya. Maka dari itu sampean wajib untuk memperbaiki pandangan mereka terhadap Islam. Setidaknya di mulai dari lingkungan Blok rumah kita atau teman-teman di kampus kita. Tidak perlu dengan hal yang besar cukuplah menjadi pribadi yang santun, ramah dan peduli insyaAllah sisanya Allah yang gerakan hati mereka, iya gak?” Jelas Zaky
“wah mantap pagi-pagi udah dapat feed positif nih dari al- Ustad Zaky”
“hahahaha” semua orang yang ada di sana tertawa penuh suka cita dan mereka berangkat menuju bandara mengantar kepulanga Zaky.


 “aku pamit ya. Baik-baik kalian di sini”
“iya mas, maafin kami banyak salah dan sering repotin sampean”
“sudah-sudah, tidak apa-apa”
“hati-hati ya mas Zak”
“nanti kalau ke sini lagi kami boleh minta sesuatu mas?”
“whaha minta oleh-oleh? Mau opo to?
“bukan oleh-oleh. bawa Istri mas”
“iya mas! Haha”
“walah sampean ini ada-ada saja”
“soalnya kalau mas ke sini lagi kita kan sibuk, jadi gak ada yang urusin mas jadi sampean kayanya perlu Istri mas, biar ada yang urusin, haha”
“memangnya sampean pikir selama ini aku di urus siapa? Sendiri kah haha”
“yaa jangan sendiri mulu mas, harus ada peningkatan. Yaa setidaknya pas kesini separuh agama sampean sudah disempurnakan oleh fulanah nan cantik shalihah”
“hush, kalian ini ya bisa-bisanya di waktu-waktu terakhir iseng sama saya”
“haha, yowes mas pokone sing ati-ati yo. Salam untuk keluarga di Indonesia”
“iyo, InsyaAllah di sampaikan, kalian juga yo apik-apink nang kene”
“iyo mas”
“aku pamit, Assalamualaikum”
Pelukan hangat dari sahabat seperjuangan di negeri rantau melepas kepulangan Zaky. Pesawat telah menunggunya, mengantar ke negeri kelahirannya.



***
“bu. Ibu itu mas Zaky bu!”  teriak Dinda
“mana nak?”   tanya ibu
“itu bu! Mas Zaky Mas Zaky!” teriak Dinda menghampiri
“kamu? Siapa?” bingung Zaky dengan mimik muka bingung
“aku mas Dinda!”
“siapa? Dinda? Sebentar saya ingat-ingat dulu”
“ih mas! Aku Dinda, Adik mas, YaAllah gara-gara kelamaan di luar negeri sampai lupa sama adiknya?
“haha jangan marah dong dik. Mas cuman pura-pura kok haha”
“ih nyebelin”
“masya Allah ada yang marah. Mana mungkin mas melupakan adik mas yang satu ini? Yang kerjanya ngempeng itu haha”
“ih tau ah, ayo mas kita ke Ibu”
“Assalamualaikum Ibu, ibuu apa apa kabar? Ibu sehat-sehat aja kan? Zaky memeluk Ibunya erat.
“alhamdulillah anak ku sudah sampai. Terima kasih gusti Allah. Iya nak ibu baik-baik saja, kamu juga baik-baik saja kan”
“alhamdulillah bu, ga ada yang lebih baik selain kondisi seorang anak yang bersama ibunya”
“Abi, Assalamualaikum Abi! Abi kabar bagaimana? Zaky sambil memeluk Abi
“Alhamdulillah nak baik-baik saja. ayo kita langsung saja kasihan kamu pasti lelah di perjalanan”



***

“Assalamualaikum, Mamak – Papah, apa kabar” sapa Adiba melalui Skype
“Waalaikumussalam nak, Alhamdulillah mamak papah baik-baik saja. ba’a kabar anak ku cantik?
“Alhamdulillah baik-baik ma, keluarga bagaimana ma?”
“Insya Allah baik-baik, hampir sepekan tetangga kita, pak Nasihin meninggal nak”
“Innalillahi, semoga Allah terima Amal ibadah beliau ya mak”
“Ammin, oya teman SD kamu, Bujang kemarin baru saja menikah dia. Ternyata jodohnya si Putri yang sering dia buat nangis waktu kecil”
“wah serius mak? Lucu sekali ya mak. Kadang kita tidak tau ya arah datang nya Jodoh hehe”
“iya nak semua serba kejutan. Ada apa nak? Ada yang ingin disampaikan?
“hem..”
“kenapa diam nak, macamnya ada sesuatu yang besar ni yan ingin di sampaikan putri ku? Papah
“iya pah, kemarin ada seorang laki-laki nak melamar ku, pria baik, shalih dan mandiri”
“tuh mak dengar, putri kita sudah dewasa mak. Alhamdulillah nak, lantas ada apakah yang papah dan mamak bantu?”
“pria itu sudah pulang ke Indonesia, niatnya ingin bertemu mamak dan papah. Mohon di terima kehadirannya mak pah.
“Insya Allah nak. Sudah kewajiban kita kan sebagai umat muslim untuk memuliakan tamu. Tapi kamu sendiri siap kah nak?”
“belum tau mak pah”
“ya tidak perlu terlalu di khawatir, minta petunjuk sama Allah, solat istikharah nak”
“iya mak. Insya Allah doakan Diba ya mak”
“selalu nak. Ya sudah ada nak ingin sampaikan lagi sayang?
“sudah maa. Aku kangen mamak dan papah. Assalamualaikum”
“waalaikumussalam sayang ku, baik-baik dinegeri orang”
“iya mak, pah”

Selesai skype-an dengan orang tuanya, sedikit lega yang dirasakan oleh adiba. Perasaan deg-degan seorang wanita yang dilamar begitu jelas terlihat. Bayang nya selalu indah. Masya Allah indahnya pernikahan bagi setiap insan yang telah siap.

***
Roda mobil berputar melewati sudut-sudut kota. Sampailah di kota kelahirannya, Bogor. Seorang berdarah Jawa namun lahir dan besar di kota hujan. Banyak perubahan yang telah terjadi di kota kelahirannya. Makin cantik, ya jelas semakin nyaman semenjak 5 tahun lalu. Menjadi kota yang di cintai penduduk nya, semakin humanis dan memanusiakan manusia. Aah begitu segar udaranya.
***

“Mass bangun mas!” teriak Dinda lalu menggedor-gedor Pintu.
“iya-iyaa dee, jangan gedor-gedor dong”
“abiis mas nya lama banget nyautnya haha”
“heem nakal yaa sini mas jewer sini”
“larii, buu Mas nya mau jewer Dinda” adu Dinda.
“ehh udah-udah ayo sarapan dulu sini cepet” potong Ibu.
“tuh denger nakal sih, marahin nih bu” Zaky
Pagi itu begitu hangat. Potongan puzzle yang telah lama pergi kini kembali kali ke bagiannya. Mengisi ruang kosong yang menyatukan keluarga kecil itu. Hangat, di tambah waktu tea time yang begitu mesra. Kebetulan sedang libur. Dinda sanat ceria sekali. Usianya terpaut 6 tahun dari Zaky. Saat ini Zaky berusia 23 Tahun, di umurnya yang terbilang muda dia telah menyelesaikan master nya di luar negeri dan matang secara pemikiran. Dia memang cerdas beberapa kali dia melakukan akselerasi di sekolahnya sehingga bukan tidak mungkin dia bisa menyelesaikan study master nya di umur yang terbilang muda.
***
Tea time di tandai dengan suguhan teh dandang khas Wonogiri. Entah kami sekeluarga menyukainya. Kuat dan menggetarkan pagi yang amat dingin. Kalau Dinda pasti di campur susu. Katanya lebih nikmat.
“Dek masuk kedalam dulu ya, mas mau ngobrol sama papah”
“hayo mau ngobrolin apa nih? Masa depan ya? Dinda pengen punya keponakan dong mas!”
“hush masih kecil sudah sok tau yaa, hus hus sana-sana”
“iyaiyaa haha”
bagaimana  Ky? Rencana-rencana kamu ke depan?”
“eh bi, rencana ke depan Zaky mau coba cari pekerjaan dulu bi sambil mengarut bisnis-bisnis yang ada di Aussie”
“kan kamu sudah ada usaha, kok masih mencari pekerjaan?”
“InsyaAllah semuanya cukup bi, Zaky merasa perlu mengaplikasikan ilmu yang Zaky miliki, sebagai bentuk penghargaan Zaky kepada guru yang telah mengajari zaky”
“ya sudah kalau menurut kamu baik abi pasti dukung. Rencana kamu ingin bekerja di mana?”
“kemarin pak menteri ekonomi hadir di acara PPI Aussie, dan kebetulan Zaky cukup dekat dan di minta untuk menjadi staff ahli di badan ekonomi kreatif”
“oh yasudah kalau begitu, Abi dukung, ada lagi yang mau di bahas?”
“em, emm sepertinya sudah bi.”
Ragu hari Zaky saat ingin membahas tentang niatnya untuk menikah. Ya dia hanya ingin menjaga atmosfer kekeluargaan dulu dengan tidak membahas hal-hal besar. Seruput teh membangunkan Zaky dari duduknya dan menuju ke dapur. Nampak Dinda dan Ibunya sibuk di sana.
“wah lagi apa nih? Sibuk banget? Ibu lagi cari apa bu?”
“hem apa yaa? Kok gak ketemu-ketemu ya nak? Jawab Ibu.
“cari apa? Biar Zaky bantu? Sampe se heboh ini.
“kamu mau bantu? Ibu lagi lagi cari menantu nak”
“lah ibu bisa aja bercanadanya hehe”
“mas Dinda ga ditanya lagi cari apa?
“Dinda cari apa?”
“cari keponakan mas hahaha” tawa Dinda
“heem awas yaa!”
***
Makan malam tiba, suasana hangat keluarga seperti ini yang selalu Zaky rindu. Hampir 6 tahun lamanya dia tidak merasakan hal seperti ini bersama keluarga. Sungguh momen yang amat berharga bagi nya dan kelaurga nya. Terkadang meja makan menjadi tempat sakral tersendiri untuk membahas hal-hal lucu tentang 1 hari yang telah terlewati hingga hal-hal besar di keluarga, pun dengan makan malam kali ini.
“abi, ibu, Zaky mau ngobrol sebentar”
“Dinda di usir lagi gak nih?”
“engga kok de, kalau kamu mau di sini gak apa-apa kok” senyum khas sembari mengusap kepalanya Dinda.
“eh jangan deh aku masih kecil, aku cuci piring aja ya”
“ada apa Ky?”
“Abi, Ibu, insya Allah tahun ini Zaky sudah mantap untuk menikah, abi sudah menentukan calon saat di UQ, Zaky bertemu dengan nya saat kajian rutin Indonesian Society di UQ dan (MSA UQ). insyaAllah melalui syaikh Abdullah Azzam saya sudah menyampaikan niat dan dia minta saya mendatangi orang tuanya di Indonesia, dan Isya Allah akhir bulan ini saya hendak pergi menemui orang tua nya. Zaky harap Ibu dan Abi bisa ikut dan merestui”
“yey! Akhirnya! Bu Kode-kode kita sukses ya ternyata” teriak Dinda sambil meloncat menghampiri Abi dan ibunya.
“loh jadi kalian bersekongkol nih ceritanya?”
“iya dong, Dinda bakalan punya kaka Ipar dong ya? Dan bakalan punya keponakan?
“sudah-sudah Dinda, kasihan mas nya kamu ejek terus. Lanjut lagi ya cuci nya. Abi
“alhamdulillah kalau kamu sudah memutuskan untuk menikah, ya memang itu harapan Ibu dan Abi. Sebab umur kamu sekarang ya sudah sedang-sedang nya untuk menikah, nak.
“lho sedang-sedang nya? Aku malah khawatir Abi sama Ibu mengira itu kecepatan dan terlalu muda?”
“tidak lah, sudah saatnya kita menghapuskan stereotip di masyarakat tentang menikah yang harus di umur yang terbilang tua. Abi mendukung kamu di umur 23 ini kamu sudah ada niat menikah. Yang penting secara financial dan mental kamu sudah siap. Jadi abi hanya bisa mendukung saja, toh menikah itu kan ibadah masa abi halang-halangi anak abi untuk ibadah?”
“terima kasih abi ibu, insyaAllah aku akan persiapkan segalanya agar lebih matang lagi”


Malam itu begitu ceria, satu batu pengganjal hatinya telah hilang. Keinginan nya untuk menyempurnakan separuh agama nya telah tersampaikan.

Bersambung...

InsyaAllah akan saya lanjutkan, doakan semoga bisa melanjutkan yaa..
jangan lupa Follow
IG: hermawansulistio13
FB: Hermawan Sulistio
Line: hermawansulistio

jangan lupa berikan kritik serta sarannya di kolom komentar ya :)

Comments

  1. Yuhuu dilanjutin. mantap kak tio! semangat terus lanjutin ceritanya sampe abis. jgn lama-lama ya ok!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memaknai Masa Lalu & Mempersiapkan yang Terbaik Untuk Masa Depan Oleh Hermawan Sulistio

Tulisan ini memiliki pesan yang sangat inspiratif dan motivasional, terutama dalam menyikapi pergantian tahun dengan refleksi dan perencanaan yang lebih baik. Namun, ada beberapa perbaikan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keterbacaan, memperbaiki ejaan, serta menyusun ulang beberapa bagian agar lebih jelas dan mudah dipahami. Berikut adalah revisi yang lebih rapi, tetap mempertahankan esensi tulisan, tetapi dengan bahasa yang lebih mengalir dan profesional: Memaknai Pergantian Tahun dengan Refleksi dan Resolusi “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-'Asr: 1-3) Pergantian tahun selalu menjadi momen spesial. Ada banyak cara yang bisa kita pilih untuk merayakannya—mulai dari mengikuti pesta tahun baru yang mungkin hanya memberikan sedikit manfaat, atau justru memanfaatkannya dengan refleksi mendalam untuk menata masa depa...

Arrahma; Catatan Perjalanan & Hijrah

Bab 1: Muqaddimah Cinta & Secarik Penuh Makna Setelah matahari muncul dan memancarkan radiasi sinarnya, bersama angin yang menyeimbangkan sengatan sinar matahari, saat itu terasa sangat sejuk bagi kota Bogor. Berada di samping karya monumental kebanggaan masyarakat Bogor, Kebun Raya. Terus melaju dengan mobil BMW X3-nya, menyusuri jalanan Lapangan Sempur yang rimbun, sambil mengenang masa lalu akan sebuah perjuangan dan awal perjalanannya. "Pak, nanti kita mampir sebentar ke sop buah yang ada di Taman Kencana, ya," ujar Zaky, memecah keheningan dari ingatannya di masa lalu. "Siap, Mas. Wah, tumben nih Mas Zaky beli es buah?" ujar Pak Priatna, sopir Zaky. "Iya nih, Pak, tiba-tiba ingat ada sop buah yang terkenal di sini sejak zaman saya SMA dulu," jelas Zaky. "Oh, kalau begitu biar saya saja yang turun, ya. Mas ingin pesan apa saja?" pinta Pak Priatna. Memang sejak awal, Zaky tidak ingin dipanggil tuan, melainkan Mas saja sudah cukup b...

TJIE KKN, Tips dan Trik dari yang pernah nyobain KKN.

CIE KKN Hallo para mahasiswa khususnya teman-teman di Univ. Trilogi yang sedang mempersiapkan diri untuk mengabdi di masyarakat bareng program KKN 2018. Jadi akhir-akhir ini DM IG gue di ramaikan pertanyaan   tentang KKN gue dulu. mulai dari nanya KKN di mana, apa aja dan berapa prokernya, gimana bisa buat KKN yang heboh dan apa aja tips-tipsnya dan kemarin setelah pulang kantor coba sempetin ke kampus buat ambil foto wisuda tapi malah bablas cerita dan sharing ngalor ngidul sama anak-anak Assalam buat KKN nanti. Akhirnya gue putuskan untuk share di blog ini agar semuanya bisa akses :) Sebelum lebih jauh lagi cerita, gue mau ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya sama Kelompok Cakra Nusantara, Galih, Ica, Desi, Desti, Mbah, Kak Tasya dan Indri yang udah bikin Tim ini jadi super-duper Ketjeh. 😊 Oke jadi KKN adalah momen-momen yang paling gue tunggu karena menurut gue itu bakalan asyique banget, karena lu bakalan full di terjunin ke masyarakat buat tau apa sih ya...